Cara Berhemat di Eropa

Ketemu lagi di artikel terbaru di blog Tempat Sampah Palsu, pembaca yang budiman! Semoga happy selalu.



Akhir-akhir ini, kami sedang melakukan penghematan besar-besaran karena banyak pengeluaran untuk keperluan dokumen, urus mobil yang bermasalah, dan lain sebagainya. Berhemat memang bukan cuma harus dilakukan di Eropa saja, di Indonesia juga harus.
Karena itu, sudah sebulan ini kami jarang makan di luar. Atau sekadar nongkrong kayak biasa di cafe dan sejenisnya. Di blog ini saya akan menjabarkan cara kami berhemat untuk menahan pengeluaran yang tidak terlalu penting. Terkhusus buat kami yang tinggal di Republik Ceko. Mungkin di setiap negara caranya akan berbeda-beda.

Untuk biaya hidup rata-rata di Ceko, orang mengeluarkan uang untuk beli bahan makanan dan mereka bisa dibilang masak setiap hari. Ini yang kami lakukan juga di rumah. Makanya saya pernah post video di Youtube soal belanja bahan makanan di toko Vietnam yang ada di Brno. Bagi yang pingin tau, boleh dicek video di bawah ini


Selain karena ingin berhemat, saya juga perlu belanja di toko Asia untuk memanjakan lidah Indonesia saya. Meskipun itu toko Vietnam, bukan Indonesia, tapi mereka punya cukup banyak bahan makanan yang orang Indonesia butuhkan, seperti cabe, bawang, sayur, bumbu dapur, dll. Juga cita rasa Asia Tenggara masih masuk di lidah kita yang orang Indonesia.

Dua hari terakhir, kami masak sederhana di rumah. Bahannya, kami pake daging sapi 300 gr (bisa untuk 5 porsi/2 hari), cabe, bawang putih, bawang merah, dan daun bawang. Sisanya bumbu rumahan, kaya garam, mecin, gula, dan kaldu. Kami selingi pake nasi dan mie (kami beli di toko Vietnam juga).

Kami juga pake cah kangkung untuk asupan sayur. Dan beruntungnya, mertua saya, punya ladang di rumah. Jadi kita bisa dapat kangkung gratis. Setiap kita balik ke sana, di Bzince, kita pasti metik kangkung buat masak di rumah. Tapi mungkin karena ini musim panas, jadi tanaman masih pada hidup. Kalo di musim lain, mungkin kita nambah pengeluaran lagi untuk beli kangkung hehe.

Tau kami habis berapa duit untuk makan 5 porsi/2 hari?

110 Koruna saja! Atau sekitar 4.8 Euro! Atau 70 ribuan Rupiah!

Mantap kan? 😀

Menurut kami, daging sapi emang mahal. Tapi kalo kita bisa pake masak sampe 5 porsi jatohnya ya jadi murah banget. Bayangin aja, itu setara satu porsi kita ngeluarin uang cuma 15 ribuan Rupiah! Berasa makan di warteg kan.

Nah, jadi itu cara berhemat kita yang pertama.

Lalu yang kedua, kami seneng jalan sebenarnya. Saya yang ngga biasa jalan di Jakarta, di sini jadi kuat-kuat aja jalan 2-4 km hehe. Nah, sebelumnya, kami sering pergi ke cafe atau restoran untuk sekadar makan atau nongkrong. Sekarang restoran kita kurangi, karena kami milih untuk masak. Nah untuk "ngafe", kami juga kurangin dan pilih untuk nongkrong hemat. Caranya?

Kami nongkrong di luar bawa cemilan dan minuman sendiri! Hehehe..

Enaknya, di Eropa banyak tempat yang bisa dipilih untuk sekadar nongkrong tanpa harus buang uang. Di Jakarta mungkin ada juga ya, kayak RPTRA atau taman, tapi mau gak mau kita tetep harus keluarin uang buat bayar parkir liar haha. Ya tergantung sih, kalo ke sana jalan kaki ya gak bayar.
Di Brno, ada banyak taman yang bisa kami pilih buat sekadar nongkrong. Kita bisa bawa cemilan sendiri dari rumah atau beli di minimarket sekitar situ. Dan bebas biaya parkir. Eh tapi kalo bawa kendaraan juga akan ribet sih, jadi biasanya kami dari rumah jalan kaki atau pakai tram. Ngongkos tram sih, tapi biasanya kita siasati dengan tiket tram kita pake one way, pas pulang aja. Pas berangkat kita jalan kaki.

Nah, salah satu tempat yang biasa kita tongkrongin di Brno, namanya Zelný Trh.


Menurut sebuah plang di sini, Zelný Trh itu artinya cabbage market. Pasar!

Jadi sesuai fungsinya, tempat ini sebenarnya pasar outdoor yang emang udah ada dari abad 15 kalo gak salah. Di musim dingin, di sini juga biasanya ada Christmas market, banyak stand-stand jualan makanan, minuman, souvenir, dll. Tapi karena ini lagi musim panas, jadi biasanya sih ngga ada apa-apa.

Nah di pinggir "lapangan" ini, ada bangku-bangku yang bisa kita pake buat nongkrong sambil buka cemilan hehe. Kayak piknik di tengah kota gitu.

Di sini, kadang kami cuma ngeluarin uang (buat cemilan & minuman) sekitar 50 Koruna atau setara 1.8 Euro. Jauh lebih hemat dibanding kita nongkrong di cafe, beli minuman/makanan yang harganya bervariasi dari 30 - 300 Koruna (1.5 - 13 Euro). Belum lagi pajaknya!

Meskipun infonya Republik Ceko adalah salah satu negara dengan biaya hidup termurah, tapi tetep aja berhemat itu perlu. Biasanya, negara dengan biaya hidup murah, upah minimumnya juga murah kan? Hahaha. Jadi ya, dimana-mana, rasio antara income sama living cost pasti setara lah.

~~~~~~~~~~

Nah, jadi itu adalah sebagian kecil dari cara kami berhemat di Eropa, khususnya di Republik Ceko. Karena sejatinya, dimana pun kita berada, berhemat itu perlu. Bukan cuma di Eropa atau di Indonesia, tapi di mana pun.

Mungkin di Indonesia kita bisa buang uang untuk makan setiap hari di warteg atau warung-warung makan yang murah. Tapi kalo di sini ngga bisa bos. Di sini ngga ada bisnis UKM, modelan ketoprak pake gerobak atau lontong sayur mangkal. Mau gak mau kita dipaksa untuk masak kalo mau murah dan sehat.

Sekian dulu blog kali ini. Ngga banyak yang bisa saya ceritakan karena ya emang cuma segitu aja haha. Saya juga habis nulis ini mau belanja buat masak, jadi ga bisa lama-lama di depan laptop euy.

Bagi yang punya pertanyaan, saran, atau sanggahan, silakan lempar di kolom komentar. Boleh juga share artikel ini buat teman-teman lain yang membutuhkan inspirasi.

Jumpa lagi. Happy selalu! Bye..

Comments

Popular Articles

Pengalaman Beli Tiket Pesawat Murah ke Hong Kong

Selamat Datang di Era Digital

Pengalaman Liburan ke Hong Kong [Part I]