Pengalaman Euro Trip 2017 Part XII [Utrecht]

Balik lagi di artikel terbaru Tempat Sampah Palsu di akhir Maret yang indah ini. Sama seperti pemandangan di Utrecht di bawah ini. Indah kan? Tadinya saya mau print foto ini, perbanyak, terus cetak di gelas, jual deh hehehe.



Belum pernah nemu pemandangan kaya gini di Utrecht? Coba ke kawasan Lucasbolwerk.

Sesuai janji di artikel sebelumnya, di artikel ini saya mau nulis soal pengalaman kami di Utrecht. Sekalian saya mau kasih lihat Airbnb kita di Utrecht, siapa tau jadi inspirasi. Tapi sayangnya guys, per hari ini saya cek, listing tersebut udah not available. Gak tau kenapa.

Utrecht, 17 Dec 2017

Kita balik dulu sesuai timeline. Perjalanan kami dimulai dari Stasiun Amsterdam Central menuju Stasiun Utrecht Central yang ditempuh kurang lebih 30 menit.



Sesampainya di Stasiun Utrecht, saya dan Adriana langsung naik ke hall stasiun di lantai atas. Saya penasaran banget Stasiun Utrecht bentuknya kayak gimana setelah tujuh tahun! Ternyata banyak perbedaan dan perkembangan.





Saat itu saya masih ingat jalan keluar dari stasiun menuju centrum. Tapi ya agak beda sama tujuh tahun lalu. Banyak bangunan-bangunan baru di sini.


Sesampainya di Utrecht, saya melewati centrum yang dulu saya sering lewati tujuh tahun lalu. Selain itu, Utrecht merupakan tempat bersejarah bagi saya dan Adriana. Adriana selalu merasa Utrecht adalah tempat di mana kami pertama kali ketemu. Padahal sih ketemu pertama kali di tempat summer course haha. Tapi tiap orang memang punya kesan masing-masing. Saya juga pengagum Utrecht karena di kota ini kami dulu banyak menghabiskan waktu bareng-bareng. Bukan cuma sama Adriana, tapi juga sama teman-teman di kampus dulu.

Kami turun kereta sekitar jam 7.45 malam, lalu belanja di Albert Heijn stasiun karena kita akan tinggal di Utrecht 3 hari. Paling ngga, kalo temperatur gak bersahabat, kami bisa stay di rumah aja sepanjang hari dengan perbekalan yang cukup.

Setelah belanja sedikit, kami keliling centrum. Utrecht ternyata gak ada Christmas Market kayak di kota-kota di penjuru Eropa pada umumnya. Entah kenapa. Tapi malam itu kami berasa hangat. Saya merasakan atmosfer 7 tahun lalu di sini. Bedanya kali ini langit gelap karena musim dingin. 7 tahun lalu kami gak pernah melihat langit gelap karena musim panas.

Kami ada janji dengan host Airbnb, namanya Maarten, jam 9 di tempatnya. Jadi saat itu kami masih punya waktu untuk keliling-keliling centrum.

Jam 9 kurang kami sudah berada di Keizerstraat, lokasi Airbnb kami di Utrecht dan bertemu Maarten. Setelah itu kami dibawa masuk ke apartemennya yang buat saya WAH banget!

Pemandangan dari rooftop


Tampak depan


Keizerstraat


Tangga ke rooftop

Tangga ke bawah, ke ruang santai

Ruang santai

Gambar-gambar di atas diambil paginya, bukan malam itu saat kita ketemu Maarten karena udah gelap.

Jadi apartemen ini punya 2 lantai. Lantai 2 ada kamar, di atas kamar ada rooftop. Nah di lantai dasar ada ruang santai, ada perapian, kamar mandi plus mesin cuci, dapur, dan meja makan. Di kulkas juga disediakan minuman dan di meja disediakan makanan ringan. Keren deh ini tempat!

Tapi selain kenyamanan-kenyamanan tersebut, tempat ini bukan tanpa masalah. Di malam pertama, kami mau tidur. Udah siap-siap naik ke kamar di lantai 2. Anehnya di atas pemanas ruangannya gak bekerja. Jadi kami sempat tidur beberapa menit tapi kok dinginnya gak ilang-ilang. Ya mana bisa tidur kayak gitu 😂 Akhirnya kami memutuskan tidur di ruang santai aja, di bawah. Kebetulan ada karpetnya. Kami bawa selimut dari kamar dan tidur di situ, sebelahnya perapian. Mantap!

Utrecht, 18 Dec 2017

Di hari kedua, kami keliling-keliling Utrecht lagi. Pertama jalan-jalan ke daerah yang belum pernah saya kunjungi 7 tahun lalu. Ya, daerah Lucasbolwerk tadi itu, menyusuri kanal dan balik ke centrum lagi.

Tujuan kami pertama adalah makan siang di Springhaver Cafe. Di tempat ini saya pribadi punya kenangan yang banyak waktu pertama kali ke Utrecht. Di kafe ini saya pertama kali lihat lesbian ciuman, pertama nyobain Martini, pertama nongkrong di kafe saat musim panas, dll. Pernah juga saya dan Adriana pergi bareng ke sini, bareng teman-teman juga tentunya. Hingga saat ini kami hanya pergi berdua dan mengenang kembali masa itu.


Springhaver 2017

Springhaver 2010

Springhaver 2017

Springhaver 2010

Lihat bagian luar kafe ini. Di tahun 2010, mejanya kotak, di tahun 2017 mejanya bunder hahaha. Dan kenapa di tahun 2010 rame sedangkan di tahun 2017 sepi? Karena itu di tahun 2010 adalah musim panas, jadi orang rame di luar. Nah sedangkan di tahun 2017 ini, saya ada di musim dingin. Orang gak berani nongkrong di luar lama-lama hahaha.

Saya di Utrecht 2010

Saya di Utrecht 2017

Tidak banyak juga yang kami lakukan selama 3 hari di sini. Cuma mengunjungi beberapa tempat untuk nostalgia, mengunjungi tempat-tempat baru, dan santai-santai aja di rumah. Selain itu, suhu di Utrecht tidak pernah benar-benar dingin. Rata-rata 4⁰-8⁰ C. Di suhu ini saya masih bisa jalan-jalan tanpa kupluk dan sarung tangan.

Di hari ketiga, tanggal 20 Desember 2017, kami balik lagi ke Amsterdam Airport Schiphol untuk terbang ke Praha, Republik Ceko. Praha adalah kota terakhir kami di rangkaian Euro Trip ini. Jadi tetap stay di blog Tempat Sampah Palsu ya.

Mungkin ada beberapa foto lagi yang menggambarkan nostalgia kami di Utrecht, tapi saya pikir nanti artikel ini akan membosankan. Lebih baik kita lanjut aja ke artikel selanjutnya, pengalaman kami selama di Praha.

Thank you udah mampir dan baca artikel ini. Semoga bermanfaat. Kalopun gak bermanfaat, minimal menghibur lah hahaha. Jumpa lagi di artikel selanjutnya. Bye bye~

Comments

Popular Articles

Pengalaman Beli Tiket Pesawat Murah ke Hong Kong

Pengalaman Liburan ke Hong Kong [Part I]

Beli Perlengkapan Winter Wear di Jakarta