Pengalaman Liburan ke Hong Kong [Part VIII-Macau]

Halo pembaca. Sorry banget, baru nulis & post lagi setelah berapa minggu ogut dilanda kesibukan parah dalam mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian. Artikel terakhir kan ngebahas waktu kita ada di Shenzhen, Cina ya. Nah di artikel ini, saya dan Adriana sudah pindah negara nih.

Yap, Macau! Sesuai judul.

Day 6, 30 Mar 2017

Bangun tidur sekitar jam 8.30 pagi, kami masih berasa di Cina. Eh taunya udah Hong Kong lagi aja. Ngigo.

Eh iya, rencana awal kita, hari ini pergi ke Macau pake Turbojet dari ferry terminal di Kowloon. Kebetulan Kowloon ferry terminal lokasinya gak jauh dari Mirador Mansion. Tepatnya di Canton Rd yang lokasinya cuma sekitar 15-20 menit jalan kaki. Lewat belakang Kowloon Park lalu ke arah utara, lewatin gedung Giorgio Armani. Nanti setelah itu kita akan ngeliat petunjuk-petunjuk kok, yang ngarahin ke arah ferry terminal.

Saat itu kita masuk sebuah gedung mall (sesuai petunjuk yg saya baca di sekitar haha). Kalo gak salah mall itu namanya China Hong Kong City. Itu masih sederetan Giorgio Armani, gak jauh. Setelah masuk pintu, kita ambil elevator di sebelah kiri & naik ke lantai 2. Sesampainya di lantai 2 dan pintu lift kebuka, saya dengar suara berisik banget. Orang teriak-teriak gitu pake bahasa Cina. Tapi sesekali dia ngomong bahasa Inggris juga. Ternyata penampakan orang-orang teriak tadi adalah beberapa orang mbak & mas yang lagi menjajakan tiket ferry ke Macau. Mereka pun nawarin kita. Tapi saya pikir awalnya mereka ini calo. Tapi di sisi lain saya juga mikir, masa sih ada calo di sini?

Akhirnya yaudah lah, mau gak mau saya ambil aja itu tiket karena gatau juga waktu itu harus ke mana beli tiket sesuai rencana. Tapi yang saya heran kok bukan Turbojet. Kita malah dikasih tiket namanya Cotai Water Jet.


Saya agak bingung di situ. Gak nyangka ternyata ada armada lain selain Turbojet. Tapi saya pikir yaudah lah lanjut aja. Dia juga bilang kapalnya mau berangkat 15 menit lagi. Langsung lah kita bayar sama dia, lanjut ke loket imigrasi karena kita mau keluar Hong Kong.

Keluar suatu negara gak sesusah masuknya!

Setelah ngelewatin HK border, kita langsung masuk ke boarding room di depan gate masuk ke dalam kapal. Nah di sini kita udah ngeliat antrian yg mau masuk ke kapal udah banyak. Yaudah kita ikutan ngantri aja lah. Penampakan boarding room-nya kayak di bawah ini.



Berangsur-angsur antrian pun habis karena satu persatu penumpang udah mulai memasuki kapal dan duduk di kursinya masing-masing.








Beberapa menit penumpang mulai masuk ke dalam kapal dan langsung duduk di nomor kursi yang udah dikasih di tiket. Saya dan Adriana dapat di kursi no 50L & 50N. Deket pintu. Berikut ini penampakan di dalam kapal Cotai Water Jet.








Saya gak bisa nilai kapal ini bagus atau ngga karena sebagai traveler amatir, saya baru ngerasain 2 kapal di dunia ini: kapal ini & kapal dari Muara Angke ke Pulau Seribu. Maap ya hahaha 😢

Perjalanan dari Hong Kong ditempuh kurang lebih 1 jam di permukaan Laut Cina Selatan. Seru deh! Cobain!

Taipa, Macau

Kita berlabuh di dermaga Taipa, Macau. Begitu datang, saya merasa aneh. Tulisan di sini terdiri dari 3 bahasa: bahasa Inggris, Cina & Portugis. Macau sebelumnya emang punya Portugis, itu gak heran. Cuma saya aneh, terakhir pergi ke negara yg punya 3 bahasa itu 7 tahun lalu.

Karena kita gak nginep di Macau, jadi kita agak keburu-buru santai gitu. Gak bener-bener santai, tapi gak mau keburu-buru juga. Jadi kalo emang kita nemu tempat seru ya datengin.







Begitu keluar dari dermaga Taipa ini, kita sempet bingung karena saya belum baca-baca banyak soal Macau. Bayangin, dalam waktu 1 minggu, lo harus pelajari 3 negara. Kapan waktu jalan-jalannya? Hahaha. Modal nekat aja nih ke Macau. Bodo amat. Sama modal peta gratisan dari dermaga hehe.

Kita megang 3 buah peta & panduan yg didapat dari dermaga. Tapi karena saya ga kenal banget daerah ini & mau kemana kita juga gak paham, jadi ya tetap bingung. Di samping itu, sebenernya Macau bukan destinasi impian, jadi saya gak tau mau kemana di sini. Adriana pun gak cari-cari info soal Macau. Ya, kita riset cuma Hong Kong!

Ke Cina & Macau modal nekat.

Di depan pintu keluar dermaga, gue ngeliat banyak bis-bis hotel berkeliaran. Warna-warni. Bukan cuma bis hotel aja sih, tp bis umum juga. Oh iya, hotel-hotel di Macau rata-rata punya shuttle bus gratis yang bisa dipake pelancong sebagai transportasi selama di Macau. Mereka juga punya rute fixed. Tapi entah kenapa waktu itu saya benar-benar bingung. Saya pikir, "naik bis ke hotel mau ngapain", "gua juga gak nginep di sini", "naik bis umum juga berapa duit ya", "tujuannya kemana aja", dll.

Akhirnya kita coba ke halte sekitar. Naik bis yang berbayar aja lah, bodo amat. Biar lebih jelas tujuannya kemana-kemana aja. Di situ kita bisa liat ada rute perjalanan bis-bis yang berhenti di halte itu.


Dari sini kita naik bis nomor 26 (bis nanggung) tujuan pulau yg ada di sebelah selatan. Kenapa naik bis ini? Gambling aja, cuma modal ngeliat peta nemu di dermaga. Gatau mau ngapain & kemana. Getting lost aja.

---------------------------------------------------------------------------------------
Disclaimer
Maaf ya, untuk perjalanan di Macau ini saya gak akan bahas panjang-panjang kayak Hong Kong atau Shenzhen karena balik lagi, buat saya pribadi Macau kurang menarik. Selain itu, perjalanan ke Macau juga perjalanan gambling. Jadi saya akan bahas yg kira-kira menarik aja ya. Mungkin saya salah, tapi traveling adalah preferensi individual.
---------------------------------------------------------------------------------------


Jadi, sesuai tourist map yang kita pegang saat itu, baru kita sadar: Macau terbagi 2 pulau. Bisa dicek di gambar di atas. Lokasi dermaga nempel sama bandara. Tepatnya di bawah (sebelah barat daya) tulisan "South China Sea". Dari situ kita pake bis nomor 26 tujuan Taipa. Entah Taipa itu daerah apa, yg pasti gas aja dulu haha.




Ngga kaya mainland China, Macau juga lalu lintasnya di kiri, sama kaya Hong Kong. Oh ya, ada satu hal yg agak saya concern. Waktu itu saya naik bis, naik aja. Skip banget soal pembayaran (mungkin karena kebiasa pake Octopus di HK). Pas jalan, supirnya juga ngga negor. Tapi ternyata dia mantau.

Pas supirnya negor, ada orang di bangku sebelah nanya mau kemana & dia ngasih tau ongkosnya berapa. Menurut infonya dia, kita kasih aja 5 HKD per orang. Yaudah kita masukin ke kotak aja 5 HKD per orang. Btw HKD atau MOP (Macau Pataca) nilainya sama. Jadi di sini HKD bisa dipake. Gak perlu nuker duit lah kalo mau ke Macau dari Hong Kong.

Setelah jalan berapa km dan pemberhentian halte ke berapa gitu. Dia ngomong sama kita pake bahasa tubuh, suruh masukin duit ke tempat yg ada. Bayar dulu pas masuk, lanjut duduk. Kayaknya ada sih modelan Octopus Card milik Macau karena saya liat warga lokal banyak juga yg pake itu.


Maap gambarnya burem karena waktu itu turbulensi darat hahaha.

Yap, setelah itu kita gambling lagi. Turun di sembarang halte. Kalo gak salah itu pemberhentian namanya Avenida Olimpica. Dari situ kita jalan kaki. Gak tau mau kemana haha. Yg pasti saat itu udah cukup siang & kami lapar. Jadilah kita cari tempat makan. Bodo amat, di mana pun. Yg penting makan hahaha.

Jalan 15 menitan, kita sampe di sebuah rumah makan di Rue de Nam Keng bersinggungan dengan Rue de Evora. Namanya Duckling, asosiasi di kepala gue selalu bebek. Tapi pas kita cek, ngga cuma bebek. Ada ayam, sapi & babi.


Selesai makan, saya ngerokok sebentar di luar Duckling & ambil beberapa gambar lingkungan sekitar.










Setelah makan & ngerokok, kita kembali lihat peta.

Ah, ada Taipa Houses Museum di deket-deket situ. Bisa lah ditempuh jalan kaki. Gas!


Taipa Houses Museum ini gak seru. Cuma ada rumah-rumah peninggalan sejarah & foto-foto masa lampau. Kayaknya ini sejarah berdirinya Macau dan relasinya dengan bangsa Portugis.



Yang lucu di depan museum ini ada rawa-rawa gitu trus depannya gedung-gedung hotel & casino. Kocak deh, timpang banget.




Geser dikit ada taman bunga yg bagus.



Dari tempat ini, kita coba cari tempat seru lagi yang gak tau ada di mana. Kita ikutin aja taman ini. Kebetulan di samping taman bunga ini ada jalur pejalan kaki. Kita coba ikutin aja.

The Venetian Macau

Kita ngeliat banyak shuttle bus (yg gratis milik hotel-hotel di Macau) seliweran. Kok kayanya mereka menuju satu tempat yg sama. Kita ikutin tuh arah bis bermuara. Ternyata kita ada di The Venetian! Itu hotel yg cukup terkenal di seluruh dunia, yg ada kasinonya. Yang pernah saya baca, The Venetian ini awalnya di Las Vegas, bukan di Macau justru.


Karena gak tau mau ngapain ya kita masuk aja lah ke dalam. Soalnya banyak banget orang yg masuk juga. Sambil ngintip-ngintip kasino. Dulu saya pernah ke Genting Highland, Kuala Lumpur, tapi gak masuk kasinonya. Emang saya gak pernah tertarik sih sama perjudian hehe. Cukup hidup aja yang gambling, jangan sampe uang hahaha.

Iseng-iseng masuk ke dalem, liat-liat, ternyata ya gitu-gitu aja yah. Gak menarik hehe.



Lanjut lah kita ke arah keluar hotel The Venetian ini. Trus lanjut cari tempat lain.



Sesampenya di luar kita bingung mau kemana hahaha. Ada banyak bis, gatau bis mana yg bisa dinaikin. Akhirnya cari aman. Baca peta, tentuin tujuan, trus naik bis umum. Itu udah paling aman deh. Capek gua.

Largo de Senado

Setelah dari sini, kita mau lanjut ke Largo de Senado atau Senado Square. Jadi tempat ini adalah modelan centrum gitu kalo di Belanda tuh. Kayak pusat keramaian gitu ya. Tapi di sini ada bangunan-bangunan bersejarahnya juga, lho. Di sini baru berasa Eropa banget, tp campuran Cinanya juga berasa.











Di sini baru saya mulai berasa seru. Di Taipa tadi saya ngerasa sepi banget, gak ada apa-apa gitu. Gersang pula. Kalo di sini rasanya bener-bener ada kehidupan.

Dear pembaca, kayaknya saya mesti stop sampe sini untuk episode ini. Udah terlalu panjang. Artikel soal Macau masih lumayan banyak sebenernya. Tapi nanti akan nyusul di artikel selanjutnya, ya.

Di artikel selanjutnya saya akan bahas soal beberapa tempat menarik di Macau, seperti Ruins of St. Paul's dan Monte Fort peninggalan bangsa Portugis. Untuk selengkapnya, silakan ditunggu artikel selanjutnya ya.

Thanks udah mampir. Bye bye...

Comments

Popular Articles

Pengalaman Beli Tiket Pesawat Murah ke Hong Kong

Pengalaman Liburan ke Hong Kong [Part I]

Beli Perlengkapan Winter Wear di Jakarta