Trip Review Hong Kong, Macau dan Shenzhen

Halo, guys.

Nyambung artikel sebelumnya nih, saya mau nulis ringkasan & kesan perjalanan terakhir selama seminggu kemarin. Bikin summary dulu aja sebelum masuk ke detil perjalanan. Ini buat gambaran pembaca, sekalian buat diary saya hehe.

Jadi kemarin gue kembali menjelajahi bagian dunia yang belum pernah saya injak (sekarang akhirnya udah) selama seminggu full dari 25 Maret sampe 1 April 2017. Tujuan utama saya adalah Hong Kong, tapi saya juga mampir ke Shenzhen, Cina 1 malam dan Macau PP.

Trip ini disponsori oleh dua manusia beda negara yang emang doyan pergi ke tempat-tempat baru. Dan ini sebenernya udah direncanain dari jauh-jauh hari. Dari September 2016 kalo gak salah.

Paspor saya & Adriana

Trip ini mengkombinasikan perjalanan udara, darat, dan laut. Trip yang dijalani lebih dari 3 negara dalam 1 minggu. Trip yang mengajarkan banyak hal, terutama sosial & budaya. Namun intinya, semua trip mengajarkan kita bahwa di dunia ini gak ada yang sempurna. Semua punya plus & minus. Gak peduli warna rambut dan warna kulit, setiap trip mengajarkan bahwa we live under the same sky 😌 Dan satu lagi: dunia itu luas banget! Kalo kalian gak manfaatkan untuk discover, sayang banget.

Nah melalui artikel ini, saya mau kasih gambaran singkat aja soal Hong Kong, Shenzhen, dan Macau. Untuk artikel detailnya, bisa mulai baca di sini.

Hong Kong

Negara yang apa-apa mahal. New York-nya Asia. Gedung-gedung tinggi dan jalanan yang rapi. Sistem transportasi yang aman & nyaman. Temperatur cuaca yang nyaman. Makanan yang kurang masuk di lidah hehe (selera sih). Tata kotanya rapi dengan gedung-gedung tinggi dan ruang hijau yang seimbang.







Berhubung kita waktu itu ada di Distrik Songgang, yang jauh banget dari pusat Shenzhen, hampir semua orang gak bisa bahasa Inggris. Baik orang muda atau orang tua. Polisi, customer service di subway, resepsionis hotel, penjaga toko, semua gak ada yang berbahasa Inggris.

Daerah yang kendaraannya jalan di kanan, setirnya kiri 😂 Daerah yang lumayan jorok, orang ngeludah sembarangan, banyak sampah juga. Tapi di sini jalanannya rapi juga, sistem transportasinya juga bagus.

Ets, jangan lupa, di sini juga kita udah gak bisa buka Google, lho 😉

Stasiun Metro Lao Jie



Window of The World

Mesin Tiket Subway





Dongmen Pedestrian Street




Daerah yang cukup aneh. Negara bekas jajahan bangsa Portugis ini masih pake bahasa Portugis sebagai bahasa terbesar selain Mandarin. Sepertinya gak teralu developed kayak Hong Kong. Sistem transportasinya kurang bagus kayak di Hong Kong. Mata uangnya Pataca (MOP) nilainya sama kayak HKD.

Banyak bangunan peninggalan bangsa Portugis di sini. Banyak bangunan nuansa Eropa. Orang banyak berjudi di sini, kasino di mana-mana.

Info Trayek di Halte Bus







Ruin of St. Paul's


Nah jadi itulah kesan-kesan singkat saya di Hong Kong, Macau, dan Shenzhen. Buat kalian yang mau berkunjung ke negara-negara tersebut dan belum pernah, boleh tanya-tanya atau sharing-sharing di kolom komentar.

Artikelnya udah mulai ditulis, lho. Jangan lupa mampir, baca-baca.

Comments

Popular Articles

Pengalaman Beli Tiket Pesawat Murah ke Hong Kong

Selamat Datang di Era Digital

Pengalaman Liburan ke Hong Kong [Part I]