Terbang dengan High Fidelity Aviation Simulator

Pembaca Tempat Sampah pernah denger soal flight simulator? Pasti pernah denger, tapi asing. Ya kan? Instrumen ini emang seperti unreachable buat awam, termasuk gua. Rata-rata fasilitas flight simulator ini hanya bisa dinikmati oleh pilot dan calon pilot. No one else..

instarix.com

Tapi tenang, sekarang udah ada komunitas yang bisa menaungi avgeek (penggila aviation). Salah satu yang paling terkenal adalah IVAO (International Virtual Aviation Organization). Di sini kalian bisa berbagi & share ilmu bersama anggotanya. Selain itu, kita bisa terbang real time secara virtual menggunakan PC dengan aplikasi Flight Simulator X atau Prepar3D. Di sini gua ngga akan menjelaskan soal IVAO lebih dalam, karena bukan ini topik utamanya hehe.

Flight Deck Indonesia

Januari lalu, gua diajak teman penyuka aviation juga untuk terbang lebih real dengan cockpit flight simulator. Teman gua yang lumayan aktif di IVAO ini ternyata sudah punya janjian dengan beberapa anggota IVAO untuk terbang di Flight Deck Indonesia (FDI) di Jakarta.

Kebetulan saat itu FDI punya paket field trip. Terbang max 1 rombongan 20 orang, cuma bayar 5 juta. Saat itu rombongan ternyata kurang, jadilah teman gua ini ngajak.

FDI berlokasi di Pantai Indah Kapuk. Lebih jelasnya bisa kunjungi websitenya.

Briefing dimulai, kami semua dibagi jadi beberapa kloter. Setiap kloter 4 orang, dapat giliran terbang touch & go, sekitar 5 menit. Jadi total per kloter max 30 menit.

Cockpit dilihat dari CCTV

Sebelum masuk ke cockpit, ada sesi briefing lagi di sebuah ruangan. Briefing ini menjelaskan soal lokasi bandara base kita, penerbangan jenis apa yang akan dilakukan, penggunaan runway mana, serta penjelasan-penjelasan teknis soal penerbangan yang akan kita lakukan di dalam cockpit.


Foto di atas ini penjelasan soal instrumen yang ada di dalam cockpit. Instruktur menjelaskan apa saja instrumen di dalam cockpit dan fungsi-fungsinya. Penjelasan dilakukan secara gamblang yang bikin kita paham. Mengingat selama ini isi cockpit cuma pilot dan Tuhan yang tau hahaha..

Kami berada di ruangan ini sekitar 20 menit sebelum akhirnya masuk ke dalam cockpit untuk terbang.

Pedestal

Overhead instruments

Masuk cockpit berasa dingin banget. Di dalam cockpit instrukturnya beda lagi. Kali ini instrukturnya cewek.

Penerbangan ini disebut circuit pattern. Dimulai dari udara (base leg), landing, dan langsung take off lagi (touch & go).

vatsim.com
Gambar di atas ini adalah skema circuit pattern. Pattern ini adalah terbang di sekeliling bandara. Dimulai (sesuai gambar) dari fase take off, lalu masuk ke upwind leg, terbang sekitar 2000 ft, belok kiri menuju crosswind leg, belok kiri lagi masuk downwind leg hingga sejajar dengan runway, sampai di situ siap-siap turun ketinggian (descending). Belok kiri lagi masuk base leg. Putar kiri lagi ke final leg, intercept localizer, sejajar dengan runway. Landing!

Jadi gambarannya seperti itu.

Tapi di FDI, untuk mempersingkat waktu, penerbangan gua waktu itu dimulai dari base leg. Langsung landing, terus take off lagi. Sampe gear up (roda pesawat dinaikkan) kita udah boleh cabut dari cockpit. Kasian yah, sebentar banget 😒


Ini pas gua terbang intercept base leg, speed auto (diatur instruktur). Ketinggian (altitude) masih maintained di 2000 ft.

Gue juga punya video singkat saat landing. Meskipun kurang menjelaskan fase-fase, tapi lumayan untuk disimak.


Seru yah? Nah jadi boleh nih, buat temen-temen pembaca Tempat Sampah kalo suka dengan dunia aviation buat sesekali rekreasi di cockpit Airbus 320. Oh iya, gue lupa kasih tau. Simulator di FDI pesawatnya A320 ya, bukan Boeing. Jadi kita pake side-stick, ngga pake yoke.

Untuk harga bisa cek di websitenya di sini. FDI ini bukan cuma berlaku buat orang yang udah paham soal aviation aja kok. Buat orang awam bisa & anak kecil bisa juga. Buat training pilot juga bisa banget. Mereka fleksibel kok.

Ini beberapa foto gue dan teman gue. Bukan mau narsis sih, tapi mau nunjukkin suasana cockpit.




Setelah ngikutin program field trip ini, kami semua dapat sertifikat. Lumayan banget ehehehe..


Buat yang mau nanya-nanya, boleh langsung di kolom komentar yak. Makasih udah mampir. Jumpa lagi!


*Disclaimer: Ini bukan promo FDI. Cuma share pengalaman penulis.

Comments

Popular Articles

Pengalaman Beli Tiket Pesawat Murah ke Hong Kong

Pengalaman Liburan ke Hong Kong [Part I]

Beli Perlengkapan Winter Wear di Jakarta