Skip to main content

Featured

Pengalaman Euro Trip 2017 Part VII [Antwerp]

Jumpa lagi di artikel terbaru: Pengalaman Euro Trip 2017 Part VII [Antwerp], mbak & masnyah!

Di artikel sebelumnya, saya menceritakan soal perjalanan saya dan Adriana memulai Euro Trip dari Brno, Republik Ceko ke Vienna, Austria dan bermalam di sana. Bagi yang belum baca, silakan kunjungi artikelnya di Pengalaman Euro Trip 2017 Part VI [Vienna].


Setelah dari Vienna, kota selanjutnya yang kami sambangi adalah Antwerp, Belgia. Sebetulnya kunjungan kami ke Antwerp ini gak direncanakan sama sekali alias dadakan saat itu juga. Dan Belgia bukan salah satu tujuan Euro Trip kami. Rute awal kami sebetulnya Vienna-Stockholm. Kebetulan saya dapat tiket Vienna-Stockholm murah sekali, tapi yang mengharuskan kita transit di Brussels selama kurang lebih 6 jam. Jadilah kita jalan-jalan sebentar di Belgia.


Cerita lengkapnya, lanjut baca ke bawah ya 😉

Cerita di artikel sebelumnya terputus karena kita take off dulu dari Vienna Schwechat Airport. Dan sekarang kita udah landing di Brussels Airport.


Br…

About Blog

Salam jumpa dan salam kenal.

Banyak orang yang melihat satu hal atau masalah, sangat subyektif dari sudut pandangnya saja. Dengan cara ini, kita ngga akan pernah tau suatu hal baik atau buruk. Jika orang tersebut ngga suka, sudah pasti akan selalu dinilai buruk. Namun sebaliknya, jika ia sudah mengagumi sesuatu, akan selalu terlihat bagus.

Hal ini bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali. Di keluarga, di sekitar rumah, di jalan, di warung, di sekolah, di kampus, di kantor, di mana-mana.

Blog ini saya rancang untuk selalu mengingatkan kepada khalayak ramai bahwa penting sekali melihat lebih luas & dari cara yang lain. Hindari standar ganda dan kesalahan berlogika. Tidak ada hal yang benar-benar buruk atau benar-benar baik. Semua ada proporsinya masing-masing.

Blog ini juga akan banyak membahas soal fenomena sosial serta kritik-kritik sosial. FYI di Indonesia, apa pun bisa terjadi & orang pun macam-macam jenisnya. Pola pikir & cara pandangnya pun beda-beda. Unity in diversity! Kadang ini menarik untuk dibicarakan.

Saya Rengga Sanjaya Nuriman. Di blog ini saya gak bermaksud jadi anonim, emang gak mau narsis aja. Kalian akan jarang banget liat foto saya di blog ini. Jadi lebih enak pake Tempat Sampah aja, ya. Ngga menjijikkan kok.

Karakter blog yang saya bangun di sini adalah sebuah Tempat Sampah. Benda yang selalu diabaikan orang. Selalu dianggap menjijikkan, najis, dan kotor. Dianggap tidak berguna, bau, jelek, hina, dan selalu buruk.

Padahal tau ngga, buat kucing, tempat sampah adalah tudung saji di atas meja makan mereka. Buat lalat, tempat bermain yang menyenangkan. Bagi tikus & kecoa, adalah kamar yang hangat untuk berlindung jika hari sedang hujan.

Jadi kesimpulannya, tempat sampah dianggap buruk hanya bagi manusia pada umumnya. Sedangkan sebaliknya bagi beberapa hewan di atas, hal ini ngga berlaku. Tapi di sini pun, kita mengabaikan teman-teman kita yang memang memanfaatkan & memberdayakan tempat sampah sebagai mata pencahariannya.

Oleh karenanya, di blog ini saya mau membawa pembaca untuk melihat hal-hal secara obyektif dan lebih luas. Nggak melulu menggunakan subyektivitas atau kaca matanya sendiri. Selain jadi diri sendiri, cobalah jadi orang lain & jadi sekitar. Gue harap semoga tempat sampah ini (yang selalu dianggap buruk) berguna bagi pembaca dan lingkungannya, termasuk gue sendiri. Semoga tempat sampah ini bisa menjadi tudung saji seperti di dunia kucing, menjadi tempat bermain yang menyenangkan seperti di dunia lalat, menjadi kamar yang hangat seperti di dunia tikus & kecoa. Bahkan semoga bisa menjadi ladang penghasilan 😊

Semua konten di dalam blog ini adalah original. Untuk foto, saya menggunakan handphone sendiri yang ngga bisa disebut merknya. Foto atau gambar yang bukan milik saya, akan dicantumkan sumbernya melalui caption foto. Jika tidak ada sumber atau link sumber, foto tersebut adalah dokumen pribadi dan kadang ditandai dengan caption dok. pribadi bila memang perlu. Juga, kisah dan kejadian yang saya tuliskan di sini adalah murni saya alami sendiri. Kalau bukan, saya akan ceritakan dan sertakan sumber yang valid. Ini penting!

Diperbolehkan untuk mengambil foto atau konten dari blog ini dengan mencantumkan sumber dan terlebih dahulu konfirmasi ke gue di halaman ini. Kalau memang kurang berkenan untuk minta ijin, minimal cantumkan sumber saja cukup. Ini menunjukkan bahwa kalian bukan maling.

Pengambilan konten baik sedikit atau keseluruhan tanpa ijin dan/atau tanpa mencantumkan sumber, termasuk pelanggaran & pencurian. Saya berhak membawa perkara ini ke ranah hukum.

Dari penggunaan gaya bahasa, saya menggunakan gaya bahasa obrolan, bukan bahasa tulis. Mungkin bagi sebagian orang ini sulit dicerna. Tapi saya mau buat semua tulisan di blog ini terlihat alami seperti obrolan masyarakat urban yang santai & gak neko-neko. Seperti terkadang penggunaan sapaan 'gue' atau 'lo' yang akan banyak digunakan di artikel-artikel di blog ini.

Akhir kata, seperti yang tadi saya singgung. Tidak ada yang benar-benar sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan sang penguasa semesta alam. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan. Halaman kontak saya sediakan bagi pembaca yang ingin mengkritik, memberikan saran, ingin berkontribusi menulis, atau bahkan bagi pembaca yang merasa terganggu dengan tulisan-tulisan di blog ini.

Selamat membaca 😉

Popular Posts