Pengalaman Euro Trip 2017 Part XIII [Praha]

Yo, pembaca-pembaca Tempat Sampah Palsu, apa kabar? Semoga bahagia dan sukses selalu!

Ada yang pernah ke Praha? Suka? Atau pernah ke kota lain di Ceko?

Kali ini saya mau nulis rangkaian trip kami yang terakhir, yaitu trip kami di Praha, Republik Ceko! Buanyak banget temen-temen yang cinta sama ibu kota Ceko ini. Tapi bagi saya dan Adriana, a bit no. Sorry to say, tapi Praha terlalu "dingin". Bukan suhu di kotanya, tapi lebih ke suasananya. Paham maksudku? Kalo tidak paham, kolom komentar terbuka luas. Jadi intinya, Praha ini kurang bersahabat bagi kami. Tapi balik lagi ya, setiap orang punya preferensi masing-masing. Ini pendapat pribadi saya dan istri saya. Tiap orang punya pendapat.


Lanjut dulu dari hari terakhir kita di Utrecht, yuk!

Utrecht, 20 Dec 2017

Hari ini adalah hari terakhir kami di Utrecht. Sudah cukup nostalgianya selama tiga hari di kota ini. Suatu saat kami pasti kembali!

Pagi-pagi jam 9, kami sudah bergegas keluar dari Airbnb dan langsung ke stasiun Utrecht Centraal. Penerbangan kami, Amsterdam - Praha, jam 11 soalnya. Pagi itu, temperatur di luar gak terlalu dingin, sekitar 7⁰C kayaknya. Tapi pagi itu berkabut.



Di stasiun Utrecht Centraal, kami langsung beli tiket dan masuk ke dalam kereta api menuju Amsterdam Airport Schiphol. Perjalanan kereta kurang lebih ditempuh dalam waktu 30 menit.

Sesampainya di bandara Schiphol Amsterdam, berhubung udah check in online, kami langsung masuk pemeriksaan dan pergi ke gate saja. Toh kita juga gak bawa bagasi, cuma tas ransel aja.


Itu kendaraan kita, EasyJet



Tebak: dia mau ke Delhi atau Mumbai?


Kami langsung duduk manis di pesawat dan siap-siap menikmati penerbangan EasyJet yang baru pertama kali saya "terbangin".


Setelah mengudara selama hampir 2 jam, akhirnya kami pun landing di Bandara Václava Havla, yang dulunya disebut Bandara Ruzynĕ.


Bandara Praha ini itungannya termasuk kecil kalo dibandingkan dengan Bandara Schiphol di Amsterdam atau bahkan dibandingkan dengan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng.




Praha, 20 Dec 2017

Selamat datang di Praha!

Praha merupakan pusat kota budaya, ekonomi, dan politik di Eropa Tengah. Kota ini kaya sejarah seiring dengan perkembangan Eropa, mulai dari jadi ibu kota Kerjaan Bohemia, ibu kota Cekoslovakia sampai sekarang jadi ibu kota Republik Ceko. Infonya, menurut Tripadvisor, Praha merupakan one of the best destinations in 2016. Praha juga termasuk top-5 kota yang paling banyak dikunjungi turis setelah London, Paris, Istanbul, dan Roma.

Sebelumnya, saya sudah book sebuah penginapan kecil di pusat Kota Praha via Booking[dot]com. Dan beberapa hari sebelum di Praha, saya dapat email dari mereka. Saya dikasih nomor telepon yang bisa dihubungi dan alternatifnya, yaitu mereka kasih kita password wifi yang jaringannya bisa sampe luar pintu (karena model penginapannya apartemen, masuk gedung residensi gitu) yang bisa kita pake ketika sampe di sana. Kalo mau cek, boleh lihat penginapan kami di sini. Waktu itu saya bayar hanya 25 EUR semalam, murah, tapi ada yang saya kesel di penginapan ini. Nanti saya jelaskan.

Di bandara, saya coba kontak penginapan via Whatsapp. Dan mereka merespon. Saya kasih tau bahwa kami baru aja landing dari Amsterdam. Mungkin akan menghabiskan waktu kurang lebih 1-2 jam sampai di penginapan karena kami harus cari-cari alamat dan sightseeing sembari jalan.


Setelah itu kami langsung keluar dari bandara dan cari cara untuk sampai ke pusat kota. Ternyata ada bis airport express. Saya lupa harganya karena waktu itu Adriana yang ke loket untuk beli tiket.

Di Praha, Adriana yang sering komunikasi sama orang karena bahasa mereka sama. Bahasa Ceko dan Bahasa Slovakia itu satu rumpun dan bisa dimengerti satu sama lain. Beda dengan Bahasa Indonesia dan Malaysia, kita punya banyak problem ketika ngobrol pake Bahasa Melayu, rata-rata karena pebedaan makna diksi. Kalo di Slovakia dan Ceko, aneh, mereka bicara pake bahasanya masing-masing tapi saling ngerti. Contohnya, Adriana selalu pake Bahasa Slovakia kalo lagi belanja di Ceko. Tapi si pedagang selalu ngomong pake Bahasa Ceko. Jadi mereka komunikasi 2 arah bukan dengan bahasa yang sama. Kebayang ga?

Saya juga awalnya gak tau, tapi waktu itu saya pernah nanya sama Adriana soal ini. Dia baru jelasin. Jadi misalnya aja nih, Presiden Ceko ketemuan sama Presiden Slovakia. Mereka ngobrol pake bahasa negaranya masing-masing. Tapi saling ngerti! Kocak ya 😅 Awalnya agak gak masuk akal. Tapi ya gitu kenyataannya. Selain itu memang bahasa mereka mirip-mirip satu sama lain.

Nah, dari bandara, kami naik bis ke pusat Kota Praha dan sepanjang perjalanan berdiri! Dari awal mau naik bis aja, ini antrian panjang. Tertib sih, tapi di situ saya udah gak sreg di kota ini. Saya pikir, "gile, banyak banget orang ya." Itulah, salah satu hal yang saya gak terlalu suka sama Praha.

Pertama, RAME!

Emang gak bisa dibandingin sama Jakarta. Itu sih udah akut emang 😅 Tapi makanya, seperti yang saya singgung di awal, ini selera pribadi aja. Saya gak suka ada di tempat yang terlalu rame. Pusing. Dan di kepala saya, Eropa itu sepi. Jadi kalo liat rame begitu kaya bukan berasa di Eropa.

Oh bisa dilihat juga di video saya di atas tadi. Macet! Dan itu berlaku sepanjang perjalanan kami dari bandara ke pusat. Saya sampe ngeluh sama Adriana karena capek, pake macet segala. Namanya doang Eropa, tapi macet hahaha. Tapi Adriana ngebales, Jakarta lebih parah katanya. Ya, iya juga sih hahaha.

Bis dari bandara itu ternyata membawa kami ke central station-nya Praha, yaitu Praha Hlavní Nádraží. Sesampainya kami di sana, gak langsung cari jalan ke penginapan. Ya sesuai ide, kita sightseeing dulu lah dikit plus cari cemilan hehehe.



Liat, vandal dimana-mana haha. Ini salah satu yang saya gak sreg juga. Selain itu, suasana komunisnya masih berasa, terutama kalo di stasiun-stasiun. Warna temboknya flat, krem atau abu-abu, eskalatornya tinggi (panjang) banget. Gak ceria gitu lho, bagi kami berdua. Dingin dan serem. Mungkin kalo ngeliat dari bangunan-bangunan bersejarahnya ya emang mantap.

Kedua, DINGIN & SEREM!

Setelah dari sini kami cek offline maps lalu ngikutin jalan ke arah penginapan karena dari situ sebetulnya gak terlalu jauh. Kalo pake kendaraan umum, waktu itu kami kebingungan nyari halte bisnya dimana. Jadi ya itu juga yang bikin kami gak sreg. Terus ada beberapa jalan yang kami lewati gak ada trotoarnya. Jadi bener-bener jalan di pinggir jalan, bareng mobil.

Ketiga, INFRASTRUKTUR!

Jadi waktu itu kita jalan kaki ngikutin titik-titik biru kayak di bawah ini. Suhu di luar itu sekitar 1⁰ terus jalannya gak datar, rata-rata nanjak. Wah mantap deh pokoknya!


Untuk motong jalan, kami lewatin taman yang besar di tengah-tengah itu, yang ada garis-garis hijau. Seperti ini pemandangannya.





Sesampainya di depan apartemen, Adriana telepon si contact person. Kemudian kami diantar masuk ke kamar. Nah, yang lucu, si mbak ini bisa Bahasa Inggris, tapi gua ajakin ngomong ogah-ogahan. Maunya ngomong sama Adriana mulu pake bahasa mereka. Ini juga salah satu yang bikin saya gak sreg sama Praha.



Keempat, ORANG!

Kami beberes kamar, bebersih, dan ngangetin badan. Ada info soal password wifi di balik pintu, tapi sampe kita check out besok harinya itu wifi gak bisa dipake sama sekali 😥 ini yang tadi di awal saya bilang kesel di penginapan.

Berikut ini penampakan kamar kami dan lorong-lorongnya. Khas bangunan tua.



Pemandangan belakang apartemen




Malamnya kami jalan-jalan keliling Praha. Tujuan awal kita adalah Christmas Market. Seperti biasa, cari hiburan dan cemilan hehe.


Nah ini kali pertama saya nyobain naik metro di Kota Praha ini, tepatnya di stasiun yang terdekat dari penginapan kami, yaitu stasiun Jiřího z Poděbrad. Gimana kesannya? Cek dulu foto-fotonya di bawah ini

Eskalatornya dalem banget ke bawah tanah. Baca-baca soal stasiun metro di Moskow atau Korea Utara deh. Sejenis.











Memang, soal arsitektur bersejarah, Praha jagonya! Mungkin ini yang dicintai para pengunjung. Di Stockholm, saya berasa ada di abad pertengahan, kalo di Praha agak beda. Arsitekturnya sama-sama keren, tapi beda atmosfernya. Christmas Market-nya juga gak kalah seru. Rame, makanannya enak-enak!

Di sebuah toko souvenir, saya lagi ngobrol sama Adriana pake Bahasa Belanda. Eh tiba-tiba pemilinya nyeletuk, "Nederlands? Nederlands?" Ternyata doi bisa Bahasa Belanda. Terus nanya sama Adriana dari mana. Pas tau dari Slovakia, dia ngomong Bahasa Slovakia. Dia juga nanya saya dari mana. Pas tau dari Indonesia, dia ngomong Bahasa Indonesia. Gokil ni orang haha!

Eh ternyata istrinya orang Indonesia. Kami pun sempat ngobrol sedikit, small talks. Seru!







Malam itu kami selesaikan gak terlalu lama, karena capek juga jalan-jalan seminggu full. Akhirnya kita pun pulang ke apartemen.

Besok paginya kami juga sempatkan jalan-jalan kecil & nyarap di sekitar Nové Město (New Town). Kalo tadi malamnya itu kawasan Old Town atau Staré Město.






Akhirnya selesai lah trip kami selama seminggu ini. Ada sepuluh kota yang kami jelajahi, apa saja? Pembaca masih ingat? Yak, berikut ini daftarnya. Sekalian saya kasih link, kalo mau baca-baca jadi tinggal klik aja ya.

  1. Brno, Czech Republic
  2. Vienna, Austria
  3. Antwerp, Belgium
  4. Stockholm, Sweden
  5. Helsinki, Finland
  6. Märsta, Sweden
  7. Amsterdam, Netherlands
  8. Utrecht, Netherlands
  9. Prague, Czech Republic
  10. Brno, Czech Republic
Lho kenapa Brno ada 2? Ya karena apartmen istri saya di sana. Jadi kita berangkat dari Brno dan balik lagi ke Brno. Nah artikel soal Brno, mungkin nanti akan saya ceritakan di artikel khusus. Kebetulan selama di Brno kita gak banyak jalan-jalan. Rata-rata di rumah aja, paling keliling-keliling kayak makan atau ke supermarket. Tapi di artikel soal Vienna, saya juga singgung sedikit soal Brno kok. Bisa dibaca di situ.

Dari Praha ini kami menggunakan kereta api České Dráhy menuju Brno. Jaraknya sekitar 200an km, ditempuh dalam waktu hampir 3 jam. Berikut ini foto-fotonya.

Stasiun Praha Hlavní Nádraží yang tadi kita bahas di atas




Jadi gitu deh gaes. Gak seru ya? Hahaha. Ya gapapa lah. Ini buat anak cucu saya aja deh yang baca. Oh ya, nanti artikel soal sesampainya kami di Brno mungkin akan saya tulis juga. Stay tuned aja ya.

Jumpa lagi di artikel selanjutnya manteman! Kalo mau nanya-nanya, kalo ada yang gak jelas, boleh silakan di kolom komentar ya. Saya pasti jawab kalo pertanyaannya sesuai kapasitas saya. Kalo ngga, ya saya juga jawab dan akan saya bilang "maaf, saya kurang tau nih 😅"

Bye bye~

Comments

Popular Articles

Pengalaman Beli Tiket Pesawat Murah ke Hong Kong

Beli Perlengkapan Winter Wear di Jakarta

Pengalaman Liburan ke Hong Kong [Part I]