Pengalaman Euro Trip 2017 Part VII [Antwerp]

Jumpa lagi di artikel terbaru: Pengalaman Euro Trip 2017 Part VII [Antwerp], mbak & masnyah!

Di artikel sebelumnya, saya menceritakan soal perjalanan saya dan Adriana memulai Euro Trip dari Brno, Republik Ceko ke Vienna, Austria dan bermalam di sana. Bagi yang belum baca, silakan kunjungi artikelnya di Pengalaman Euro Trip 2017 Part VI [Vienna].

Mereka adalah beruang kutub palsu, mereka adalah coklat!

Setelah dari Vienna, kota selanjutnya yang kami sambangi adalah Antwerp, Belgia. Sebetulnya kunjungan kami ke Antwerp ini gak direncanakan sama sekali alias dadakan saat itu juga. Dan Belgia bukan salah satu tujuan Euro Trip kami. Rute awal kami sebetulnya Vienna-Stockholm. Kebetulan saya dapat tiket Vienna-Stockholm murah sekali, tapi yang mengharuskan kita transit di Brussels selama kurang lebih 6 jam. Jadilah kita jalan-jalan sebentar di Belgia.


Cerita lengkapnya, lanjut baca ke bawah ya 😉

Cerita di artikel sebelumnya terputus karena kita take off dulu dari Vienna Schwechat Airport. Dan sekarang kita udah landing di Brussels Airport.


Brussels, 14 Dec 2017

Di pesawat dari Vienna ke Brussels, saya dan Adriana sudah bahas ini beberapa kali. Kami bingung, transit 6 jam di Brussels akan dihabiskan ke mana dan ngapain. Sempat ada selentingan rencana untuk keliling-keliling bandara aja sampe penerbangan selanjutnya. Ada rencana juga untuk ke pusat Kota Brussels, cari kafe, cari wifi, makan, lanjut balik ke bandara hahaha.

Setibanya kami di bandara internasional Brussels Zaventem, kita masih belum ada ide juga mau ke mana selama 6 jam ke depan nunggu flight lanjutan ke Stockholm. Kita coba ngalir dulu aja. Jalan di bandara, minimal sampe nemu jalur exit, nanti di sana kita berharap dapat inspirasi hehehe..





Kami terus menelusuri bandara Brussels yang terbilang kecil ini, sampai ketemu titik keluar lah paling ngga. Di suatu titik, kami melihat plang di bawah ini

Map transportasi umum di Bandara Brussels

Di sini barulah Adriana terpacu untuk ngajak saya pergi ke Antwerp. Buat saya bukan masalah, selama waktunya cukup dan ongkosnya murah.

Adriana ngajak ke Antwerp, bukan tanpa alasan. Kebetulan istri saya ini dulu tinggal & studi di sana, tahun 2013, untuk mengikuti exchange program waktu menyelesaikan studi masternya. Jadi dia ceritanya mau nostalgia dan memperkenalkan Antwerp kepada saya. Karena memang saya belum pernah ke Antwerp, yang katanya indah. Dulu saya pernah sih transit di Brussels 1 jam, dalam perjalanan ke Paris dari Eindhoven, via darat.

Nah setelah itu kita langsung cek harga kereta dari bandara ini ke Antwerp Central. Sekaligus cek frekuensinya, berapa kali sehari dan sekalian itung-itungan, jam berapa kita akan balik ke bandara lagi.

Pergilah kami ke loket, tanya harga tiket kereta. Tak disangka, tak diduga, muahal banget! Gile!


Satu orang PP harganya 23.20 EUR! Hahaha. Jadi berdua PP totalnya 46.40 EUR. Jangan dikurs ke Rupiah ya! Ntar jadi gak mao pergi 😜

Akhirnya di situ kita lanjut aja karena emang bingung mau ngapain juga kalo stay di bandara. Toh kita lagi liburan, gapapa lah sekali-sekali mahal.

Oh ya, karena kita berdua bicara bahasa Belanda, jadi di sini gak ada masalah buat saya dan Adriana kalo untuk komunikasi sama orang-orang lokal.

Lanjut, kita turun ke stasiun!

Belahan jiwaku



Setelah ada tragedi delay dan perpindahan peron yang berlangsung cukup memakan waktu, akhirnya kereta kami pun datang. Gak pake lama, kita masuk kereta karena di stasiun ini suhunya lumayan ngeselin hehe. Sekitar 1⁰-5⁰ C pikir saya.



Tanpa lama-lama lagi, kereta pun meninggalkan stasiun Bandara Brussels Zaventem dan menuju Antwerp, dengan beberapa kali berhenti di beberapa stasiun. Oh ya, kereta yang kami pake ini tujuan akhirnya adalah Amsterdam Central Station. Jadi kalo kalian ada rencana ke Amsterdam dari Brussels Airport, bukan masalah.


Durasi dari Stasiun Bandara Brussels ke Stasiun Antwerp Central kurang lebih ditempuh dalam waktu 1 jam. Kita berangkat sekitar jam 12 lewat. Sampe di Antwerp Central jam 1 lewat.

Antwerp, 14 Dec 2017

Sampai di Stasiun Antwerp Central saya terkagum-kagum. Baru pertama kali saya masuk stasiun dengan arsitektur megah macam ini! Antik!

Antwerp dalam bahasa Belanda: Antwerpen








Rencana kita saat itu adalah keliling-keliling centrum Antwerp, jalan kaki. Gak perlu terlalu luas, cuma sekitaran centrum aja. Wong kita juga cuman punya waktu max 4 jam di sana (udah kepotong 1 jam buat perjalanan dari bandara ke sini dan 1 jam sebaliknya).

Singkat cerita, sebelum keluar stasiun, kita menitipkan tas dulu di loker stasiun. Di sini saya lupa berapa harganya. Dan kami juga gak ada dokumen pendukung. Tapi intinya di stasiun ini, kita bisa menitipkan barang kok. Ini berlaku kalo kalian mau jalan-jalan sekitaran Antwerp dalam waktu singkat, tapi males bawa tas.

Kebetulan dari Vienna pagi tadi, saya belum sarapan. Tapi Adriana udah sarapan di stasiun Wien Mitte, Vienna. Jadi begitu sampe stasiun Antwerp ini, saya dilanda kelaparan yang cukup parah.

Begitu keluar stasiun, saya langsung cari makan. Apapun yang penting makan kenyang.

Beberapa puluh meter dari stasiun, saya berasa temperaturnya kurang bersahabat. Asumsi saya saat itu adalah 1⁰C. Jadilah saya pake sarung tangan. Tambah makin beringas karena disertai kelaparan hebat hahaha. Istriku agak edan memang. Padahal dia juga lapar, tapi kakinya gak bisa berhenti jalan setidaknya buat cari tempat makan atau apa kek.

Akhirnya saya ketemu sebuah tempat makan, namanya "Thai Wok". Saya pikir tempat makan Asia Tenggara selalu jadi pilihan kalo lagi di luar untuk membantu lidah norak saya. Kalo lagi ngga di luar, ya lebih baik masak sendiri. Di tempat makan ini saya juga ga punya dokumentasi apa-apa, maaf, tapi yang pasti mahal. Karena waktu itu kita agak keburu-buru. Jangan sampe kelamaan di tempat makan. Kita lagi di Antwerp, harusnya banyak eksplor lah (ini idenya Adriana sih, kalo gua waktu itu udah bodo amat karena laper hahaha).

Setelah makan, lanjut lah kita eksplor centrum Antwerp.

Oh iya, waktu itu di Desember 2017, kita banyak ngeliat konstruksi infrastruktur yang sedang dibangun di Antwerp. Kata Adriana memang agak beda suasananya dibanding dulu pas jaman dia masih kuliah.




Oh ya, sesuai foto di awal tadi, kami mengunjungi sebuah toko coklat, namanya "The Chocolate Line". Di sana kita nemu display beruang kutub yang full terbuat dari coklat. Mantaaap!



Sakit Kepala Sebelah (?)

Ada kejadian lucu di sini. Sedikit menyiksa hehe.

Seperti yang tadi saya bilang, asumsi saya temperatur ada di 1⁰C. Tapi tanpa disadari, sepertinya temperatur turun perlahan. Saya pun gak sadar. Saya dari awal keluar stasiun cuma pake sarung tangan aja. Kalo jaket winter sudah pasti itu, karena ini kan winter. Masa pake jaket musim panas? Hahaha

Nah lagi asik jalan, tiba-tiba area kepala di belakang kuping kiri agak ngilu. Dan saya belum pernah ngerasain kayak gitu sebelumnya selama di Eropa. Tapi saya pikir "ah, standar lah, mungkin karena dingin."

Lanjut lah kita jalan. Lalu ngilunya pindah ke kepala bagian atas kuping. Saat itu masih saya tahan. Eh lama-lama maju ke depan, di atas mata kiri. Udah gak wajar nih, saya pikir. Saya pun kasih tau Adriana dan dia bilang itu kemungkinan besar gara-gara saya gak pake kupluk!

Ya gimana dong, orang gak berasa penurunan suhunya. Pas kita keluar stasiun tadi sama sekali gak kenapa-kenapa. Dinginnya pun standar. Ya estimasi 1⁰C seperti yang tadi saya bilang. Tapi gak terasa, kemungkinan besar suhunya terus menerus turun dan saya masih gak pake kupluk.

Akhirnya saya pun pake kupluk dan lanjut jalan. Tapi tau apa yang terjadi?

Ngilu makin menjadi-jadi di daerah mata! Jadi saya harus selalu memicingkan mata. Dan gak tahan! Serem banget! Brain freezing!

Akhirnya Adriana ngajak kita masuk toko apapun, cuma buat ngangetin badan & kepala. Gak lama jalan, kita nemu H&M. Lalu kita masuk ke situ, speak liat-liat. Padahal cuma mau ngangetin kepala hahaha.

Kurang lebih 10-15 menit kita di sini, habis itu balik keluar. Ngga lupa, kupluknya dipake di dalam ruangan. Jadi kalo kita pakenya di luar ruangan, dinginnya terkurung di dalam kupluk. Kebayang? Ini juga berlaku untuk sarung tangan. Kalo suhu ekstrim, lebih baik pake sarung tangan saat di dalam ruangan, baru keluar. Jangan keluar dulu, terus pake sarung tangannya di luar ruangan. Nanti dinginnya kekurung di dalam sarung tangan. Karena rata-rata winter wear itu nahan suhu panas tubuh supaya gak keluar.




Kita lanjutkan perjalanan sampe ke Groenplaats. Di dekat situ ada juga Kathedraal Antwerpen. Dilanjut sampe ke Stadhuis van Antwerpen.

Christmas market dimana-mana waktu itu. Tapi sejujurnya, Christmas market lebih syahdu di malam hari. Seperti kisah di Vienna satu malam sebelumnya. Dan di Praha di beberapa artikel setelah ini. Bedanya, kalo siang hasil jepretan saya lebih bagus nangkep gambar dibanding malam hahaha. Maklum, kamera handphone seadanya hehe.








Kurang lebih 2 jam kita berada di Antwerp. Menjelang jam 3, kita pun memutuskan untuk balik ke Bandara Brussels untuk ngejar pesawat ke Stockholm.





Sesampainya di Stasiun Antwerpen, kami langsung menuju loker untuk ngambil tas kami yang dititipkan. Setelah ambil tas, kita langsung menuju peron dan nunggu kereta kita di sana.




Sebelum jam 4.30 sore, kami sudah berada di Bandara Brussels lagi. Nunggu penerbangan selanjutnya ke Stockholm.




Sesuai tiket, pesawat kami tujuan Stockholm ini ada di gate A44. Jadi kita langsung menuju ke sana.


Tapi ngomong-ngomong, kita nunggu hampir satu jam, kok belum ada panggilan boarding dari Brussels Airlines. Orang-orang juga keliatan mukanya pada resah. Akhirnya saya coba cek time table, jangan-jangan ada perubahan gate.

Bener aja. Setelah saya cek ternyata gate kita pindah ke A56. Berangkatlah kita buru-buru ke sana. Takut udah ketinggalan.


Begitu sampe gate A56, ternyata status di time table masih waiting juga. Dan ada info "expect delay". Yasudah, kita tungguin aja.

Ternyata di sini juga kita masih nunggu lama banget. Gak tau apa yang terjadi. Beberapa penumpang udah mulai gusar, nanya-nanya ke petugas yang ada di gate itu. Saya dan Adriana waktu itu bodo amat aja sih, orang lagi liburan mah santai. Gak dikejar waktu hehehe. Tapi lumayan kesel juga. Bayangan Stockholm udah ada di kepala banget waktu itu. Maklum, ini kali pertama kami berdua ke Stockholm. Penasaran!

Setelah udah bisa boarding, masuklah kami ke pesawat. Di luar kondisi sudah gelap gulita, karena udah di atas jam 6 sore. Waktu itu langit sudah gelap dari jam 4.45.





Perjalanan ke Stockholm malam ini, kami diangkut oleh Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100). Maskapainya Brussels Airlines, tapi pesawat ini dioperasikan oleh City Jet. Berdasarkan info yang saya dapat, Brussels Airlines mungkin ada kontrak sama City Jet untuk rute ini dengan pesawat mereka. Jadi ini sebetulnya pesawat ini bukan punya Brussels Airlines.

Kayaknya pesawat ini masih gress banget. Interiornya bersih dan nyaman. Konfigurasi kursinya sama seperti kelas Airbus atau Boeing short range, A319, A320, A321, B737: konfigurasi 3 - 3.

Akhirnya kita delay take off dari Brussels Airport menuju ke Bromma Airport di Stockholm, Swedia! Yuhuuuuu~

Sekian dulu artikel Pengalaman Euro Trip 2017 Part VII [Antwerp] ini. Sebetulnya ini adalah bonus trip. Kita gak pernah merencanakan untuk mengunjungi Antwerp dalam rangkaian Euro Trip kita berdua ini. Makanya gak banyak juga dokumentasi yang bisa saya buatin. Tapi semoga membantu buat pembaca yang kebetulan mau main-main ke Antwerp, Belgia.

Setelah ini, saya akan melanjutkan cerita perjalanan kami di Stockholm, Swedia. Kesan pertama saya adalah: Stockholm ini ibu kota Skandinavia yang dingin, tapi atmosfernya hangat.

Penasaran kan sama Stockholm? Pantengin terus artikel-artikel terbaru Tempat Sampah Palsu! Subscribe aja yok, biar ada notifikasi kalo ada artikel terbaru.

Jumpa lagi di artikel selanjutnya: Pengalaman Euro Trip 2017 Part VIII [Stockholm]. Kalau ada kritik dan saran, boleh lempar di kolom komentar atau di halaman contact us.

Makasih udah mampir. Bye bye~

Comments

Popular Articles

Pengalaman Beli Tiket Pesawat Murah ke Hong Kong

Beli Perlengkapan Winter Wear di Jakarta

Pengalaman Liburan ke Hong Kong [Part I]