Buat Visa Schengen Satu Hari Jadi [Slovakia]

Buat visa Schengen cuma satu hari jadi? Bisa! Di mana?
Kedutaan besar Slovakia!
Ini pengalaman saya, yuk disimak.

BBC

Visa Schengen saya selesai HANYA satu hari setelah apply. Gila kan? Saya juga heran, kenapa cepet banget.

Proses Panjang

Sebenarnya "sehari jadi" ini adalah proses dari apply sampe selesai di Kedubes Slovakia. Proses pra-apply-nya lah yang panjang. Mungkin saya sudah mulai jalanin proses ini satu bulan sebelum apply ke Kedubes.

Sebelumnya, mungkin dari pertengahan tahun 2017, memang saya sudah sempat kontak Kedutaan Slovakia via email. Cuma sekadar nanya-nanya cara pembuatan visa. Supaya ke depannya, gak bingung lagi proses dan langkahnya apa aja. Waktu itu juga saya dikirimi syarat-syaratnya beserta formulir visa Schengen.

Syarat-Syarat Pembuatan Visa Schengen

Nah lembar persyaratan ini sudah ada beberapa yang saya centang, yang sudah lengkap. Tapi ada juga yg belum. Karena saat foto ini diambil, belum lengkap semua dokumennya.

Setelah beli tiket pulang pergi, saya juga mesti beli asuransi perjalanan & book hotel di Praha, Rep. Ceko. Saya dan Adriana bikin itinerary satu hari di Praha juga soalnya. Selain asuransi perjalanan, saya juga minta surat keterangan kerja ke HRD, bikin application letter (dibuat dalam bahasa Inggris), itinerary perjalanan juga, ngeprint-ngeprint & fotokopi, foto diri & foto berdua, dll.

Dari sisi Adriana sebagai pengundang & sponsor, dia juga cukup ribet. Dia minta surat keterangan mengundang yang harus dilegalisir dari notaris di kotanya. Dia juga curi-curi waktu buat bisa ke bank untuk ngeprint rekening koran. Fotokopi paspor & ID card juga dia lampirkan. Selain itu, dia juga saya minta untuk bikin application letter buat ke Kedubes Slovakia di Jakarta plus private invitation letter (buat saya) pake bahasa Inggris. Biar lebih meyakinkan aja sih.

Semua dokumen Adriana itu dikirim via pos (gak boleh scan email & print kayak Kedutaan Belanda) ke Indonesia dari Ceko. Pos sampe sekitar 10 hari setelah Adriana ngirim. Waktu itu dokumen sampe ke kantor saya sekitar tanggal 27 Oktober 2017. Berarti dia ngirim tanggal 17 Oktober 2017.

Proses Pengajuan

Saya memang sudah merencanakan buat apply ke Kedutaan Slovakia di minggu terakhir Oktober. Supaya gak kelamaan & gak terlalu dini mengingat keberangkatan saya tanggal 9 Desember 2017. Setelah dokumen saya & dokumen Adriana siap, baru deh bikin janji sama kedutaan via telepon.




Jumat (27/10) setelah saya kumpulin dokumen saya dan Adriana, saya langsung telepon Kedutaan Slovakia. Melalui telepon, saya minta diulangi & nyocokin dengan persyaratan dan kelengkapan dokumen yang ada.

Ada satu yang mesti saya ubah di situ, yaitu ukuran foto diri. Saya sudah foto diri & nyetak di ukuran 3x3.5 cm. Kata staff-nya, foto minimal ukuran 3x4, bahkan boleh lebih gede lagi, 4x6 misalnya. Nah karena saya sudah punya yg 3x3.5, terpaksa deh di weekend saya mesti ke tukang cetak foto lagi buat bikin 3x4. Tp gak masalah, untungnya masih ada waktu ini.

Kelengkapan Dokumen

Di weekend, saya pergi ke tukang cetak foto di Depok. Setelah dari situ itu, saya sekalian nyari winter wear di Pasar Pagi, Mangga Dua.

Nah Senin (30/10), sebelum ke kantor, dari Depok saya langsung ke Kedutaan Slovakia. Lokasinya di Jl. Prof M Yamin No. 29, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya ada di belakang Taman Menteng, beberapa ratus meter. Persisnya bisa kalian cek di sini. Kedutaannya di rumah gitu, gede.

Apa saja jadinya yang saya bawa ke Kedutaan Besar Slovakia?

  • Paspor & fotokopinya - Fotokopi paspor bukan cuma halaman depan identitas dan halaman belakang, tapi juga seluruh halaman yang ada cap ijin masuk negara-negara yang pernah saya kunjungi. Bahkan saya juga fotokopi landing slip Hong Kong dan Macau (karena di HK & Macau gak ada cap-capan).
  • Fotokopi Paspor Adriana - Sama juga seperti paspor saya. Yang difotokopi adalah seluruh halaman: depan, belakang, dan halaman yg ada cap negara. Ini untuk menunjukkan travel history kita.
  • Formulir Visa - Tentunya yang udah diisi dengan lengkap dengan tinta biru dan ditandatangan.
  • Foto Diri 3x4 - Nah ini foto yang tadi saya ceritain di paragraf sebelumnya. 2 lembar ya. Yang satu ditempel di formulir, yang satu lagi dibiarin gitu aja. Kalo pake paper clip, dijepit aja bareng sama formulir.
  • Biaya Pembuatan Visa - Pembuatan visa harganya 60 EUR, tapi wajib dibayarkan dalam bentuk mata uang negara yang bersangkutan. Jadi waktu itu saya diminta Rp 960 ribu.
  • Invitation Letter Adriana - Nah ini dokumen yang Adriana buat di Slovakia & sudah dilegalisasi di notaris setempat. Ada cap notaris & tandatangan notarisnya. LEGAL! Di surat ini juga tertera nama saya, alamat dan nomor paspor. Serta tujuan saya ke Slovakia, periode tinggal, dan alamat saya selama tinggal di sana. Karena saya akan tinggal di rumahnya Adriana, jadi dia nulis alamat rumahnya yang jadi home base saya selama di sana.
  • Itinerary & Booking Hotel - Saya bikin itinerary untuk meyakinkan kedutaan bahwa perjalanan saya akan sesuai dengan yang ditulis. Menurut teman yg pernah ke Belanda dengan invitation dr ceweknya, waktu itu dia gak diminta itinerary. Tp saya mau main aman aja. Karena saya belum pernah menemukan blog yg bahas bikin visa di Kedubes Slovakia. Takutnya ribet. Untuk booking hotel saya sertakan juga karena di itinerary, kita memang mau nginap di hotel di Praha satu malam. Booking hotel ini saya buat via booking[dot]com, yang bayar di tempat. Jadi saya gak kena charge saat booking. Oh ya, satu lagi. Saya juga minta Adriana mengirimkan bukti tinggal dia di Brno, Ceko. Ada kemungkinan kita akan nginap di sana beberapa malam. Nah tapi karena dia gak punya identitas yang jelas soal "kosan" tempat dia tinggal, akhirnya saya minta dia kirimin slip pembayaran internet aja. Kan ada alamatnya tuh hehe.
  • Rekening Koran Adriana - Nah karena di surat undangan & di formulir visa, tertera dia menanggung semua expenses saya selama di sana, jadi Adriana dianjurkan untuk ngasih juga rekening koran 4 bulan terakhir. Rekening koran ini juga dilegalisasi oleh pihak bank. Ada capnya. Tp menurut pihak Kedubes, saya juga sebenarnya bisa pake rekening koran sendiri. Jadi fleksibel aja.
  • Asuransi Perjalanan - Saya beli asuransi AXA Mandiri harganya sekitar $59 atau 800 ribuan. Saya direkomendasiin teman yg dulu ke Belanda. Sebenarnya ada asuransi-asuransi lain, seperti Zurich atau Allianz, tapi saya bandingin harganya lebih mahal.
  • Tiket Pesawat PP - Ini tiket yang sudah saya beli pulang pergi. Jakarta - Paris - Jakarta dan Paris - Vienna - Paris. Saya akan masuk Schengen Area melalui Paris, Prancis, trus nyambung flight ke Vienna. Pulangnya pun begitu.
Selain itu, saya juga ngasih dokumen-dokumen pendukung untuk memperkuat:

  • Surat keterangan kerja (gak diambil, cuma dibaca)
  • Fotokopi kartu nama (dari kantor), kartu kredit & NPWP
  • Surat permohonan dari saya utk Kedutaan (ditulis dalam bahasa Inggris)
  • Bukti SMS & email antara saya dan Adriana
  • Bukti foto berdua saya & Adriana (tapi gak kepake)
  • Fotokopi ID card Adriana
  • Surat permohonan dari Adriana utk Kedutaan (sama kayak poin 3)
  • Slip pembayaran internet apartemen Adriana

Masuk Kedutaan

Seperti kedutaan pada umumnya, sistem pengamanannya berlapis. Di situ ada jendela kecil, saya lihat ternyata ada security-nya. Saya ditanya, "mau apply visa ya mas? masuk aja lewat pintu itu." Sambil nunjuk sebuah pintu berteralis, kayak sel penjara.

Saya masuk ke pintu itu dan saya menemukan ada loket. Ternyata loket itu nyambung ke ruangan security yg ada jendela kecilnya tadi. Abis masuk pintu itu sebenernya ada pintu lagi untuk masuk ke dalam kedutaan. Tp kayaknya prosedur visa emang gak ngebolehin masuk ke pintu yang satu lagi itu.

Di tempat ini, saya disambut oleh orang yang kayaknya sih security juga, tp beliau udah paham sama prosedur pengurusan visa. Beliau minta dokumen saya semua yang sudah lengkap. Ngga kaya dulu waktu saya bikin visa Belanda, di sini gak diminta disusun sesuai list. Saya naro dokumen-dokumen ini ngasal aja, yg penting lengkap semua. Semua ada.

Gak lama, dateng ibu-ibu sama anaknya cewek. Saya heran, dalam hati, "ada yg mau bikin visa Slovakia juga?" 😅 Dari situ kita ngobrol-ngobrol juga. Ternyata si ibu ini nganter anaknya, mahasiswa, yg jadi peserta AIESEC dan dikirim ke Kosiče, Slovakia. Setidaknya saya gak sendirian banget di situ hehehe.

Setelah pengumpulan dokumen beres, kita disuruh pindah ke ruangan di sebelah pos security. Ada ruangan tanpa ventilasi di sebelah ruangan security. Bener-bener tertutup. Pintunya juga gak ada ventilasi. Begitu masuk, ruangan ini agak gelap, bercat biru muda, ada beberapa poster promosi tentang Slovakia.





Setelah nunggu hampir satu jam, ada laporan dari salah satu staff kedutaan. Ternyata ada gangguan jaringan. Jadi akan ada delay dalam pengurusan visa saat itu. Mereka harus kontak pusat dulu.

Setelah itu security yang awal ngumpulin dokumen saya, datang ngasih kuitansi pembayaran visa fee.


Gak lama setelah itu, si mbak, anaknya ibu-ibu yg ngantri bareng saya, dipanggil juga untuk fingerprint record. Dia cukup lama karena ada masalah sama sidik jarinya. Entah kenapa.

Setelah dia beres dan pulang, nah giliran dokumen saya yang dicek. Gak lama, saya ditanya sama staff-nya (orang Indonesia), "bapak kerja bagian apa pak?" Gue balas cepat, "digital marketing, bu!" Gak lama dia discuss sama staff lain, kayaknya orang Slovakia tulen. Terus dia nanya lagi, "digital marketing tuh apa ya, pak?"

What the............

Setelah saya jelaskan dan dia mengerti, barulah saya dipanggil untuk fingerprint record. Giliran saya sih cepet. Gak ada masalah sama sidik jari. Setelah itu, saya udah beres dan dipersilakan pulang.

Staff yang orang Indonesia bilang "nanti saya kabari via telepon ya, pak."

Ah, lega rasanya. Sebelumnya saya panik harus ngapain, setegang apa Kedubesnya, granted apa ngga, wawancaranya apa aja, dll. Ternyata gitu doang! Yaelaaah~

Abis itu saya langsung pergi ke kantor. Dan mikir paling cepat kedutaan akan menghubungi saya satu minggu lagi nih.

Proses Selesai

Selasa (31/10) saya lagi di kantor. Jam 11.30-an ada telepon masuk. Biasanya saya malas sama nomer telepon yang gak dikenal, karena biasanya sales kartu kredit, KTA, atau promosi-promosi gak jelas. Tapi saya langsung firasat, ini jangan-jangan kedutaan nih. Coba lah saya angkat.

Eh bener! Staff kedutaan yang bilang kemaren mau nelepon. Dia bilang, "Pak Rengga, visanya sudah bisa diambil ya di security."

Glek!

Saya diam sepersekian detik, tapi berusaha supaya gak awkward. Saya tanya, "kok cepet bu?"  Dia bales, "iya, udah jadi nih, pak." Sangat tidak menjawab pertanyaan. Abis bilang makasih dan nutup telepon, gue masih bengong.

Kok cuman sehari ya pembuatan visa gua?? Cepet amaaat...

30 menit kemudian, saat jam makan siang, saya langsung pergi ke Kedutaan Slovakia.

Begitu sampe di Kedutaan, saya langsung kasih kuitansi ke security. Terus dia kasih fotokopi visa saya. Disuruh tanda tangan di situ, beserta nama & tanggal. Ya dari situ aja saya udah seneng. Itu fotokopi visa gua, pasti aslinya granted laaah.. Hahaha

Gak lama, beliau kasih paspor saya & saya buka isinya. Eh visa Schengen muncul!


Mantap!

Jadi sekian dulu tulisan saya mengenai visa Schengen ini, guys. Kalo ada pertanyaan silakan lempar di kolom komentar, ya. Semoga tulisan "Buat Visa Schengen Satu Hari Jadi [Slovakia]" ini membantu & menginspirasi kawan-kawan yang mau liburan ke Eropa Tengah, khususnya Slovakia.

Thank you, bye bye!

Comments

Popular Articles

Pengalaman Beli Tiket Pesawat Murah ke Hong Kong

Beli Perlengkapan Winter Wear di Jakarta

Pengalaman Liburan ke Hong Kong [Part I]